Untitled Document
Penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2018-2019 raih Beasiswa Bersama STIE Kasih Bangsa    |    Selamat datang di Websete Alumni STIE Kasih Bangsa   |    Kami terpisah, tetapi terkumpul kembali dalam sebuah ikatan alumni   |   
 
 
 
 
Investor Global Minta Negara ASEAN Tak Terlalu Protektif
Update : 11-06-2015 | View  1297
Sejumlah perusahaan asing mungkin tidak terlalu mempermasalahkan terwujudnya Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mengusung perdagangan bebas antara negara anggotanya. Meski begitu, para investor asing berharap pemerintah negara-negara ASEAN tidak bersikap terlalu protektif terhadap asetnya.

"Kami berharap pemerintah negara-negara ASEAN tidak mengambil kebijakan yang lebih proteksionis, dan kami juga mengharapkan adanya lebih banyak terobosan baru di ASEAN," ungkap para investor asing dalam laporan survei Boston Consulting Group seperti dikutip dari CNBC, Jumat (10/10/2014).

Sejauh ini, kemudahan berbisnis di negara-negara ASEAN terbilang sangat variatif. Buktinya, berdasarkan penelurusan Bank Dunia, Singapura berada di peringkat pertama secara global untuk kemudahan berbisnis, sementara Malaysia berada di posisi keenam.

Jauh tertinggal, Laos berada di posisi ke-159 dan Myanmar di peringkat ke-182 sebagai negara dengan kemudahan berbisnis.

"Meski para investor tidak peduli dengan MEA, tapi faktanya para pengusaha swasta masih terus mengeksplorasi kawasan tersebut seperti dapat dilihat di Indonesia, Malaysia dan Thailand," ungkap Senior Ekonom Regional CIMB Song Sen Wun.

Sebenarnya, sebjauh ini investasi langsung asing antar negara ASEAN telah meningkat dari US$ 15,3 miliar pada 2011 menjadi lebih dari US$ 21 miliar tahun lalu. Laporan BCG menunjukkan, ASEAN kini telah mencapai momentum pertumbuhannya.

Bahkan laju persaingan bisnis di ASEAN juga terbilang masih berjalan baik. Terlebih lagi jika pemerintah negara-negara ASEAN terus mengambil langkah yang diperlukan untuk mencapai perdagangan bebas untuk barang, jasa dan tenaga kerja terampil.

Meski begitu, hingga saat ini pemerintah negara-negara ASEAN telah menciptakan banyak peluang bisnis. Semua tergantung pada para investor asing untuk memanfaatkannya. (Sis/Ndw)

 

sumber : liputan6

 
  GALERI
     
 
BERITA
 
Rupiah Anjlok 7%, BI: Kami Terus Berbenah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp ...
   
Investor Global Minta Negara ASEAN Tak Terlalu Protektif
Sejumlah perusahaan asing mungkin tidak terlalu mempermasalahkan terwujudnya Masyarakat Ek ...
   
 
 
ARTIKEL DAN INSPIRASI
 
Pentingnya Membangun Kepercayaan di Bisnis Online
Jakarta - Tak seperti jual beli konvensional yang pembeli dan penjual bisa bertemu secara ...
   
Bisnis Kuliner
Bogor Halal Fair 2015 berlangsung di Botani Square belum lama ini. Pada pembukaannya, Bima ...
   
 
 
 
 
 
 
     
Untitled Document
 
 
Untitled Document
Pengunjung Online : 2 Total Pengunjung : 52920
 
All Right Reserved © STIE Kasih Bangsa